Obat Pembesar Penis
Balo Goal
Home » Cerita Sex ABG » Cerita Sex Petualangan Perjaka Dan Perawan

Cerita Sex Petualangan Perjaka Dan Perawan

resizedimage.php
Nonton Bok3p Indo Ringan Via Mobile Di >> www.indoasoy.com

Cersex web dewasa yg berisikan cerita sex, cerita nyata, cerita ngentot, cerita mesum, cerita dewasa dengan judul Cerita Sex Petualangan Perjaka Dan Perawan” dan foto sex bugil tante bispak abg hot terbaru 2016

cerita sex abg perawanCerita Sex Petualangan Perjaka Dan Perawan

Ini pengalaman pertama seks saya dgn wanita. Mungkin saya keterlaluan sekali menurut anda, tp itulah kenyataannya. Sebelumnya nama saya Leo (singkatan), umur saya 25 tahun, baru saja lulus kuliah di Malang. Kejadian ini sebenarnya baru beberapa minggu yg lalu, jadi saya masih ingat jelas ucapan dan perbuatan saya saat itu. Waktu itu memang kebetulan orangtua dan kakak saya ada resepsi keluarga di Jakarta yg cukup lama, sehingga saya kebagian tugas untuk menjaga rumah kakak saya yg kosong. Saya sdh lupa hari apa waktu mengenal gadis itu tp yg jelas sehari setelah mereka semua berangkat ke Jakarta.

Hari sdh menjelang siang waktu saya baru saja bangun tidur, setelah mandi saya bergegas berangkat pulang ke rumah (rumah orangtua) untuk makan pagi, karena saya malas untuk masak sendiri di sini (tempat kakak), sedangkan di rumah orangtua kini hanya tinggal pembantu saja yg menyiapkan semua sarapanku. Selesai sarapan, seperti biasa saya duduk santai di teras depan rumah sambil membaca koran Jawa Pos, memang semenjak lulus kuliah keseharian saya cuman santai saja sambil cari peluang kerja, maklumlah lagi Krismon. Paling-paling tiap hari rutinitas saya cuma s urfing Internet di rumah, atau main game, atau jg nonton film VCD kalau kebetulan sohib saya pinjam dari rental.

Terus terang mungkin saya ini tergolong maniak seks, soalnya nggak bosen-bosennya rasanya surfing masalah seks di Internet (BubblegumTV, babylon-x, dll). Saya selalu terangsang dgn segala liputan seks, saya selalu membayangkan kepingin senggama dgn bintang-bintang wanita cantik seperti yg ada di VCD atau perempuan cantik yg kebetulan saya temui di mal atau plaza, padahal selama saya pacaran atau bergaul dgn wanita nggak pernah namanya cium bibir, pegang paha atau toket apalagi sampai petting atau senggama.

Yaah, paling-paling cuma pegang tangan, saling peluk, nggak lebih, swear! Nggak tahu yaah, tp rasanya waktu bersama mereka, saya justru malah kasihan sekali dan sayang, nggak kepingin melukai perasaan mereka, soalnya kalau sdh nafsu saya ngeri kalau lupa diri. Ngeri kalau dituntut nikah nantinya. Nah, sampai akhirnya saya putus dgn pacar saya dan lulus kuliah, saya belum dapat gantinya jg sampai sekarang.

Saking asyiknya baca koran nggak terasa hari sdh semakin siang dan saya tak menyadariitu sampai akhirnya ada suara cekikikan menggodaku, “Cowook..”, saya agak kaget dan melihat siapa yg ngomong tadi, eeh ternyata ada serombongan 3 orang perempuan anak sekolah yg lewat depan rumahku. Mungkin lagi pulang sekolah pikirku, aahh sialan ternyata yg menggodaku masih anak SMP, kelihatan dari rok seragamnya yg berwarna biru tua.

Tp iseng kuperhatikan wajah mereka satu persatu, cewek yg pertama biasa saja, yg kedua nggak cakep jg, tp cewek yg ketiga eiits.. mukanya manis jg, mirip salah satu vokalis bening, entah siapa namanya. Alamak kupikir, ia tersenyum manis kepadaku dan kubalas senyumannya. mm.. manis sekali dia walau masih SMP tp tubuhnya cukup besar dan bongsor dibanding kedua temannya yg agak kurus. Ia berjalan bersama kedua temannya sambil cekikikan dan saling berbisik.

Wah, laku jg aku sama anak SMP pikirku, mungkin tampangku masih imut-imut. Sepeninggal mereka saya jadi nggak bisa tenang, teringat terus sama cewek SMP yg paling manis tadi. Anehnya, hanya memikirkannya saja tanpa terasa batang k0ntolku mulai cenut-cenut persis kalau aku sedang nonton BF, tegang. Ampuun pikirku, aku kok terangsang sama anak SMP kenal saja nggak.

Tiba-tiba saja timbul pikiranku untuk berci nta denganya, gila pikirku. Saya berusaha untuk menghilangkan pikiran kotor tersebut tp toh tetap saja nggak bisa melupakan bayangan wajahnya.

Baiklah, dlm hati akhirnya aku berniatan untuk berkenalanan dgn cewek SMP tadi besok siang, mudah-mudahan saja dia lewat sini lagi pikirku. Keesokan harinya, sejak pagi aku sdh nongkrong di teras depan rumah nungguin dia, sambil baca koran sesekali aku melihat keluar pagar jangan-jangan dia sdh lewat. Lama sekali aku menunggu dia, khawatir kalau-kalau dia nggak lewat sini lagi. Tp akhirnya kurang lebih jam setengah satu siang (hampir putus asa), kulihat ada seorang cewek anak SMP tentunya mulai melewati jalan depan rumah.

Segera aku meloncat dari kursi dan melongok keluar pagar, sambil pura-pura membuang bekas sobekan koran ke tempat sampah dan aku melirik ke samping, apa memang benar dia yg lewat. Eiits, ternyata benar, mana pulang sendirian lagi, sungguh kebetulan sekali pikirku. Alamak manis sekali dia, kulitnya putih mulus lagi, wajahnya imut-imut sekali karena memang masih ABG, hidungnya kecil bangir lucu sekali, sedang rambutnya lurus panjang sebahu. Tubuhnya walaupun agak kecil tp tdk kurus dan kelihatan seksi sekali, dan yg gemesi gundukan bulat di dadanya itu yg kelihatan agak besar dibanding tubuhnya yg kecil sehingga kelihatan sekali seragam sekolahnya itu agak mendesak ke depan di bagian dadanya. “Waah.. nih cewek nyahoo jg buat ngesex”, pikirku ngeres.

Dia agak kaget waktu melihatku tiba-tiba nongol keluar pagar, dan dia sedikit salah tingkah sewaktu merasa dirinya kuperhatikan. Untung saja dia nggak tahu pikiranku yg ngeres, kalau tahu bisa-bisa dia lari ngibrit barangkali. Sambil tersenyum manis kusapa dia.

“Hai.. dik, pulang sekolah yaach.., sapaku seramah mungkin sambil tersenyum. Ia mendelik kaget mungkin tak menygka aku akan menyapanya.”
“Ehi, iya Mas ..” katanya. Kelihatan sekali dia gugup waktu menjawab pertanyaanku. Mungkin saja dia malu soalnya kemarin ia sempat menggodaku, rasain!
“Kok pulangnya sendirian sih dik, temennya mana yg kemaren?” aku pura-pura polos.
“Eeh i..itu a..anu Mas.. saya pulang dulu Mas..” jawabnya makin gugup. Langkahnya jadi ragu untuk terus.

Aku pun segera beranjak berdiri di de pannya. Kesempatan pikirku.

“ooh.. jadi sendirian nih.. sekolahnya dimana sih dik..?” pura-puraku terus.
“Itu di situ Mas.. SMP Setia Budi.” Dia semakin salah tingkah melihatku berdiri di hadapannya, sekaligus menghadang langkahnya.
“Ooo.. SMP Setia Budi yg di depan situ yaach.. memangnya kelas berapa sih dik..” tanyaku terus memanfaatkan kesempatan.
“Mmph a..anu anu kelas dua Mmas..”, jawabnya sedikit malu.

Wajahnya sedikit memerah, namun jadi semakin manis saja kelihatannya. Bibirnya yg merah dan mungil tersenyum malu sambil memperlihatkan giginya yg putih.

“Iiih.. adik ini kok kelihatannya malu-malu sih, memangnya adik nggak suka bicara sama saya yaach”, pancingku.
“Ooh.. nngg.. nggaak kok Mas..” jawabnya sambil tersenyum manis. Makin berani nih anak, bagus pikirku.
“Mmh.. Mas boleh kenal nggak sama adik”, pancingku kemudian.
“mm..” Ia nggak menjawab, tp senyumnya semakin manis dan kedua tangannya saling meremas sambil diluruskan ke bawah tersipu malu.
“mm.. mm.. mm..”
“Kok cuman mm.. saja sih he.. he.. ya sdh deh kalau nggak boleh, Mas khan cuman nanya kalau..”
“mm.. Indri Mas”, tiba-tiba ia memotong ucapanku sambil tersenyum manis tentunya.
“Ooo.. Indri toh, namanya bagus banget yaa.., oya kenalin deh namaku Leo”, sahutku sembari kuulurkan tanganku kepadanya.

Semula ia agak ragu, namun akhirnya ia meraih tangan kananku. Kujabat erat tangannya yg agak mungil, halus sekali cing, kaya tangan cewekku dulu.

“Mas Leo rumahnya di sini yaach..” tanyanya makin berani.
“Iyaa.. memangnya kenapa?”
“Nggak kok, nggak pernah kelihatan sih Mas?”
“Kamu jg nggak pernah kelihatan, kok nanya?” candaku. Ia tertawa kecil, aku pun ikut tertawa.

Begitulah, tdk usah banyak cerita pembaca sekalian, semenjak itu aku dan dia semakin akrab dan setiap hari selalu janji ketemu di depan rumahku. Biasanya selepas pulang sekolah, aku pasti mengajaknya mampir dulu ngobrol di rumahku dulu, yg ternyata memang ia masih tetanggaku sendiri yg hanya berjarak sekitar 500 meter dari rumahku. Karena kebetulan rumahku sedang kosong hanya pembantuku saja yg tinggal sementara orangtuaku sendiri belum pulang, hal ini seakan menjadikan momen bagiku untuk lebih mengakrabinya.

Walaupun usiaku dan dia berbeda sangat jauh, karena dia masih 14 tahun namun itu bukan menjadi masalah bagi kami untuk saling bertukar pikiran. Ternyata dia malah kupikir terlalu dewasa untuk seusia dia, hal itu terbukti waktu pada hari kelima semenjak aku mengenalnya, hari itu Sabtu sepulang sekolah sengaja aku menjemputnya pulang dari sekolahnya.

Indri tampak kaget melihatku berada di depan sekolah, namun kemudian ia jadi gembira sekali sewaktu kubilang aku ingin menjemputnya dan mengajaknya jalan-jalan. Ia mengenalkanku pada teman-teman ceweknya yg lain, tp mana aku peduli wong temannya masih kelihatan bau kencur semua he.. he.. Akhirnya setelah aku meng antarnya pulang berganti baju, dan sekedar berbasa-basi bersilat lidah dgn mamanya, aku segera cabut membawanya ngeloyor keliling kota naik motorku.

Namun itu cuma basa-basiku saja, karena nggak sampai setengah jam, lalu ia kuajak pulang ke tempat kakakku yg memang jg kosong. Rencanaku memang sebelum orangtuaku pulang bersama saudara laki-lakiku, aku ingin lebih bebas berkencan ria dgn Indri. Pertimbanganku di rumah orangtua karena tempatnya di kampung yg ramai selain itu jg ada pembantu, jadi nggak enak dong kalau mengajak Indri ngobrol di kamarku misalnya, bisa-bisa aku kena lapor orangtua, sedang tempat kakakku ada di daerah perumahan yg relatif sangat sepi karena memang penghuninya banyak yg kosong. Sehingga dgn demikian aku bisa bebas berbuat apa saja bersama Indri.

Terus terang seminggu ini memang pikiranku lagi suntuk dan buntu, hal ini selalu terjadi bila nafsu seks-ku tak terlampiaskan. Maklum saja biasanya aku selalu ber-o-i-nani-keke bila terangsang, namun semenjak aku mengenal Indri, aku jadi malas untuk berbuat hal memalukan itu, aku jadi ingin merasakan seks sesungguhnya yg selama ini aku belum pernah merasakannya sama sekali. Kini kesempatan itu seolah telah datang, yg semestinya semenjak dulu aku lakukan. Aku menyesal kenapa dulu tak kuajak saja pacarku untuk ngesex, toh ia pasti mau melakukannya, karena pacarku sangat mencintaiku. Sekaranglah saatnya aku harus melepaskan fantasi-fantasi semu itu.

Aku tahu walaupun masih SMP Indri telah naksir berat padaku, akupun begitu padanya walaupun hanya sekedar sebatas sayang padanya. Aku belum bisa mencintainya, karena bagaimanapun jg ia masih sangat muda dan ia tentu belum paham arti cinta sesungguhnya. Bagiku ia hanya sekedar tempat berbagi suka dan canda. Waktu sdh menunjukkan p ukul dua siang ketika kami berdua sampai di perumahan TS (singkatan) di sebelah utara kawasan kota Malang (Belimbing), tempat kakak laki-lakiku tinggal yg sedang kosong itu. Setelah menutup pagar depan, segera kuajak Indri yg langsung menggelayut manja di sampingku untuk masuk ke dlm rumah.

Melihat ulahnya yg menggemaskan itu tanpa terasa batang k0ntolku cenut-cenut mulai ereksi lagi. Aku segera memeluk tubuh bongsornya yg seksi itu dan dgn sedikit bernafsu segera kusosor saja pipinya yg putih mulus itu dgn bibirku. Indri sangat terkejut melihat ulahku, ia segera menepiskan pipinya dari bibirku, aku jadi nggak enak dibuatnya.

“Eeeh.. Mas Leo.. kok gitu sih ..” Indri memandangku sambil melotot seakan menghakimiku.

Namun aku dapat segera mengendalikan diri, sambil tersenyu m manis aku segera meraih tangannya dan kutarik masuk ke dlm rumah. Setelah menutup pintu terasa sekali di dlm suasana agak remang-remang karena memang pagi tadi sebelum balik ke rumah orangtua, gorden sengaja tak kubuka untuk jaga-jaga saja, sapa tahu ada maling.

Sambil tetap kupegang tangannya erat-erat, kutatap wajah manisnya yg sangat innocen itu, wajahnya masih cemberut dan kelihatan marah, tp aku tahu bagaimanapun jg selama 5 hari ini aku sdh yakin kalau ia naksir berat kepadaku dan pasti ia sangat sayang kepadaku. Ini merupakan senjata utamaku untuk mendapatkan dirinya.

Sambil tetap tersenyum manis aku berkata padanya.

“Indri.. itu tadi berarti Mas Leo sayaang sama Indri, apa nggak boleh Mas Leo ngasih sun sayang?” rayuku.
“Mm.. Mas Leo gitu sih”, Indri seakan tetap merajuk kepadaku, ia menarik lepas tangannya dari genggamanku dan berjalan menuju ke sofa ruang tamu.

Badannya yg hanya setinggi bahuku itu digoyangkan kesal, sedangkan pinggulnya yg bulat kelihatan seksi sekali karena ia memakai celana ketat dari kain yg cukup tipis berwarna putih sehingga bentuk bokongnya yg bulat padat begitu kentara, goyangan pinggulnya sangat.. sangat menawan dan bahkan saking ketatnya biasanya celana dalamnya sampai kelihatan sekali berbentuk segitiga. Pantatnya yg bulat serasi dgn kedua pahanya yg seksi, sedang kedua kakinya kelihatan agak kecil, maklum masih ABG tp menawan sekali pokoknya.

O.. iya sekedar pembaca tahu, saat itu yg saya tdk bisa lupa ia mengenakan baju kaos putih ketat dan polos sehingga aku dapat melihat jelas bentuk toketnya yg walaupun tdk sebesar punya pacarku dulu, namun kelihatan sangat kencang sekali, bundar seperti buah apel tp tentu saja lebih besar dari itu, kaosnya yg cukup tipis membuat behanya yg mungil terpampang jelas sekali dan jg berwarna putih, begitu pula dgn celana panjangnya yg jg ketat berwarna putih kecoklatan sampai ke mata kaki. Pokoknya baju dan celana yg ia kenakan benar-benar nge-trend dan seksi sekali, sehingga terus terang justru kelihatan jadi sangat merangsang sekali, itulah yg salah satu aku khawatirkan saat ngeluyur ke plaza tadi.

Banyak sekali orang-orang laki-laki tentunya menatap gemas ke tubuh Indri, karena selain ia putih dan manis sekali, postur tubuhnya yg mulai berkembang mekar dgn pakaian seperti itu pasti bikin jakun laki-laki naik turun. Malahan aku tadi sempat sewot karena ada seorang bapak setengah umur yg kebetulan lewat di samping kami di plaza sempat memelototi tubuh Indri dari atas sampai ke bawah. Memang saat itu Indri benar-benar pamer body, nyahoo deh pokoknya.

Aku saja sempat tegang di plaza tadi gara-gara cewekku itu apalagi orang lain. Indri menghempaskan pantatnya di sofa, aku menyusulnya segera dan duduk rapat di sampingnya, kupandangi wajahnya dari samping seolah-olah masih marah, bibirnya yg mungil kelihatan basah dan ranum berwarna kemerahan tanpa lipstik. mm.. ingin rasanya aku mengecup dan mengulum bibirnya yg menawan itu.

“Indri sayang..” rayuku semakin nekat.
“Mas Leo boleh khan cium bibir kamu, say..”
“iih.. Mas Leo ahh..” Indri semakin merajuk, tp aku tahu pasti itu hanya sekedar pura-pura. Aku jadi semakin berani dan bernafsu.
“Indri sayang, terus terang.. mm.. hari ini Mas Leo kepingin bersama Dik Indri, Mas Leo ingin memberikan rasa kasih sayang Mas sama Dik Indri, asal Dik Indri mau memberikan apa yg Mas inginkan, maukan sayang?”

Tanpa aku sadari kata-kata itu meluncur begitu saja, antara kaget dan heran dgn ucapanku sendiri seolah-olah ada setan lewat yg memaksaku untuk mengatakan itu.

Sementara itu mata Indri membelalak kaget ke arahku, mukanya yg manis malah jadi kelihatan lucu. Bibirnya yg mungil merah merekah dan tampak basah.

“Maass..” Hanya kata itu yg diucapkannya, selanjutnya ia hanya memandangku lama tanpa sepatah katapun.

Aku mengambil inisiatif dgn menggenggam erat dan mesra kedua belah tangan mungilnya yg halus mulus.

“Dik Indri sayang.. percayalah apapun yg Mas katakan, itu bentuk rasa cinta dan kasih sayang Mas sama kamu say, percayalah.. Mas menginginkan bukti cintamu sekarang”, Selesai berkata begitu nekat kudekatkan mukaku ke wajahnya yg amat manis itu, dgn cepat aku mengecup bibirnya dgn lembut. Ah, bibirnya begitu hangat dan lembu t, terasa nikmat dan maniss, mm.. hidung kami bersentuhan lembut sehingga nafasnya kudengar sedikit kaget, namun Indri sama sekali tak memberontak, kukulum bibir bawahnya yg hangat dan lembut, kusedot sedikit, mm nikmat, baru pertama kali ini aku mengecup bibir perempuan, enaakk ternyata.

Lima detik kemudian, kulepaskan kecupan bibirku dari bibir Indri. Aku ingin melihat reaksinya, ternyata saat kukecup tadi ia memejamkan kedua belah matanya, dgn mata redup ia memandangku sedikit aneh namun wajah manisnya begitu mempesonaku, bibir mungilnya yg kukecup tadi masih setengah terbuka dan basah merekah.

“Bagaimana sayang.. kau bersediakah? demi aku cintamu”, rayuku sambil menahan nafsu birahi yg menggelora.

>Tanpa Indri sadari batang k0ntolku sdh tegang tak terkira, sakitnya terpaksa kutahan sekuatnya, karena posisi batang k0ntolku sebelum ereksi ke arah bawah dan aku tak sempat membetulkannya lagi tadi saat kukecup bibir Indri, sehingga begitu yg seharusnya dlm keadaan bebas mengacung ke atas kini hanya bisa mendesak-desak ke bawah tanpa bisa bergerak ke atas. Cenut.. cenut.. cenut.. sakit rasanya. Aku berusaha mengecup bibirnya lagi karena aku tak tahan dgn nafsuku sendiri, namun dgn cepat Indri melepaskan tangan kanannya dari remasanku, dadaku ditahannya dgn lembut. Mulutku yg sdh kepingin nyosor bibirnya lagi jadi tertahan,

“Mass..” Indri berbisik lirih, tatapannya kelihatan sedikit takut dan ragu.
“Indri sayang.. percayalah sama Mas”, hanya kalimat itu yg terucap selanjutnya aku bingung sendiri mau ngomong apa, pikiranku sdh buntu oleh nafsu.”
“Tp mass, Indri takut Mas”,
“Takut apa sayang, katakanlah”, bisikku kembali sambil kuraih tangannya kembali ke dlm genggamanku, sementara tanpa sadar kubasahi bibirku sendiri tak sabar ingin mengecup bibir mungilnya lagi.
“A..aanu, Indri takut Mas Leo nanti meninggalkan Indri”, bisiknya sedikit keras di telingaku, tatapannya tampak semakin ragu.

Kugenggam kuat kedua tangannya lalu secepat kilat kugerakkan mukaku kedepan dan “Cuupp..” kukecup sekilas bibirnya sambil berujar,

“Indri sayangku, Mas Leo terus terang tdk bisa menjanjikan apa-apa sama kamu tp percayalah Mas Leo akan membuktikannya kepadamu, Mas akan selalu sayang sama Dik Indri”, bujukku untuk lebih meyakinkannya.
“Tp Mas..” bisiknya masih ragu. Aku tersenyum, nih cewek kuat jg mentalnya, nggak langsung terbawa nafsu.

Dulu pacarku saja baru kupeluk sebentar pasrahnya sdh setengah mati, kalau aku minta keperawanannya pasti dikasihnya, aku yakin itu.

“Indri.. percayalah, apa Mas perlu bersumpah sayang, kita memang masih baru beberapa hari kenal sayang tp percayalah yakinlah sayang kalau Tuhan menghendaki kita pasti selalu bersama sayang”, rayuku menenangkan perasaannya.
“Lalu kalau Indri.. sampai ha.. hhaamil gimana mass?” ujarnya sembari menatapku takut-takut dlm keraguan.

Dlm hati aku tersentak kaget, nih cewek kok tahu yah kalau maksud sebenarku memang ingin bersebadan denganya. Kebetulanlah pikirku, nggak perlu aku berpura-pura lagi.

“Aah, jangan khawatir sayang, Mas akan bertanggung jawab semuanya kalau Dik Indri sampai hamil oleh Mas yah Mas pasti mengawini Dik Indri secepatnya, bagaimana sayang?” bisikku semakin tak sabar.

Batang k0ntolku makin cenut-cenut selain sakit karena salah posisi jg terasa makin membesar saja, bayangkan saja aku merasa sdh tinggal selangkah lagi keinginanku terpenuhi, bayangan tubuh mulus, telanjang bula, pasrah, siap untuk diperawani, siap untuk digagahi, masih ABG lagi, ahh alamak seandainya.

Tanganku bergerak semakin berani, yg tadinya hanya meremas jemari tangan kini mulai meraba ke atas menelusuri dari pergelangan tangan terus ke lengan sampai ke bahu lalu kuremas lembut. Kupandangi gundukan bulat menantang ba k buah apel Malang dari balik baju kaosnya yg ketat, BH putihnya yg kecil menerawang kelihatan penuh terisi oleh daging lunak yg sangat merangsang. mm.. jemari tanganku gemetar menahan keinginan untuk menjamah dan meremas gundukan toket montoknya itu.

oohh.. dan kulirik Indri, ternyata ia masih memandangku penuh keraguan namun aku yakin dari tatapan mataku ia pasti bisa melihat betapa diriku telah dilanda oleh nafsu birahi yg menggelora siap untuk menerkam dirinya, menjamah tubuhnya, meremas dan pada akhirnya pasti akan menggeluti dirinya luar dlm sampai puas. Aku berusaha tetap tersenyum, namun bisikan setan-setan burik di belakangku seakan menggelitik telingaku untuk berbuat lebih nekat, ayo.. Ar perkosa saja, jangan tunggu lama-lama, hik.. hik.. hik.., begitulah kira-kira yg kudengar.

Sialan pikirku, sedemikian ngeresnya otakku kah? Lalu kulihat bibir Indri bergerak perlahan,

“Mas.. Mas Leo harus janji dulu sebelum..” ia tak melanjutkan ucapannya.
“Sebelum apa sayang, katakanlah”, bisikku tak sabar. Kini jemari tangan kananku mulai semakin nekat menggeraygi pinggulnya yg sedang mekar itu, ketika jemari merayap ke belakang kuusap belahan pantatnya yg bundar lalu kuremas gemas. Aduuh Mak, begitu lunak, hangat dan padat.

“aahh.. Mas”, Indri merintih pelan.

Batang k0ntolku makin cenat-cenut tak karuan, sakitnya nggak bisa diceritakan lagi , begitulah kalau salah posisi, mana tegangnya sdh nggak terkontrol lagi. Sementara setan-setan burik di belakangku mulai berjoget dangdut, terlenaa.. kuterlenaa.. persis kayak suara Ike Nurjanah.

“Iiih.. Mas aah mmas.. Indri rela menyerahkan semuanya asal Mas Leo mau bertanggung jawab nantinya”, Indri berbisik semakin lemah, saat itu jemari tangan kananku bergerak semakin menggila, kini aku bergerak menelusup ke pangkal pahanya yg padat berisi, dan mulai mengelus gundukan bukit kecil bukit kemaluannya.

Kuusap perlahan dari balik celananya yg amat ketat, dua detik kemudian kupaksa masuk jemari tanganku di selangkangannya itu dan kini bukit kecil kemaluannya itu telah berada dlm genggaman tanganku. Indri menggelinjang kecil, saat jemari tanganku mulai meremas perlahan terasa empuk hangat dan lembut. Kudekatkan mulutku kembali ke bibir mungilnya yg tetap basah merekah hendak menciumnya, namun kembali Indri menahan dadaku dgn tangan kanannya,

“eehh Mas.. berjanjilah dulu Mas”, bisiknya di antara desahan nafasnya yg mulai sedikit memburu.

Kena nih cewek, pikirku menang.

“Oooh.. Indri sayang.. Mas berjanji untuk bertanggung jawab, aahh.. Mas menginginkan keperawananmu sayang.. katakanlah”, ucapku semakin ngawur dan bernafsu.

Sementara jemari tanganku yg sedang berada di sela-sela selangkangan pahanya itu mulai gemetar hendak meremas gundukan bukit kemaluannya lagi, satu.. dua.. ti.., setan-setan burik di belakangku mulai ramai ngoceh seakan memberiku aba-aba,

“Ba.. baiklah Mas, Indri percaya sama Mas Leo”, bisiknya lemah.
“Jadi..?” bisikku kurang yakin.
“hh.. lakukanlah mass.. Indri milik Mas seutuhnya.. hh..”

Teng.. teng.. teng.. hatiku bersorak girang seakan tak percaya, kaget campur haru, begitu besar pengorbanannya dgn perkataannya itu.

Tetp sungguh aku tak pernah menygka bahwa hari ini aku akan melakukan perbuatan yg mestinya sangat terlarang. Aku tahu nuraniku mengatakan ini sungguh sangat berdosa besar tetp apalah artinya kalau nafsu telah menguasai dan mengungkungku saat itu, aku lupa diri, dan aku tak peduli akibat selanjutnya nanti, yg terpikirkan saat itu aku ingin segera menjamah tubuh Indri, merasakan kehangatannya, memesrainya sekaligus merenggut dan merasakan nikmat keperawanannya sampai nafsuku terlampiaskan.

“Benarkah..? ooh.. Indri sayangg.. cupp cupp..” Secepat kilat bibir mungilnya yg hangat merekah kembali kukecup dan kukulum nikmat.

Kuhayati dan kurasakan sepehuh perasaan kehangatan dan kelembutan bibirnya itu, kugigit lembut, kusedot mesra, mm nikmat. Hidung kami bersentuhan lembut dan mesra. Dengus nafasnya terdengar memburu saat kukecup dan kukulum bibirnya cukup lama, bau harum nafasnya begitu sejuk di dadaku.

kupermainkan lidahku di dlm mulutnya, persis seperti yg dilakukan para bintang film Vivid, dan dgn mesra Indri mulai beran i membalas cumbuanku dgn menggigit lembut dan mengulum lidahku dgn bibirnya. aah.. terasa nikmat dan manis saat kedua lidah kami bersentuhan, hangat dan basah.

Lalu kukecup dan kukulum bibir atas dan bawahnya secara bergantian. Terdengar suara kecapan-kecapan kecil saat bibirku dan bibirnya saling beradu mengecup mesra. Tak disangka Indri dapat membalas semua kecupan dgn bergairah pula.

“aah.. Indri sayang.. kau pintar sekali, kamu pernah punya pacar yaach?” tanyaku curiga.

Mukanya yg manis kelihatan sayu dan tatapan matanya tampak mesra, sambil bibirnya tersenyum manis ia menyahutiku.

“Mm.. Indri belum pernah punya pacar Mas, ini ciuman Ndri yg pertama kok Mas”, sahutnya polos.
“Kok ciumanmu pintar sekali, jangan-jangan Dik Indri sering nonton film porno yaa?” godaku.

Indri tersenyum malu, dan wajahnya pun tiba-tiba bersemu merah, ia menundukkan mukanya, malu.

“I..iya Mas.. beberapa kali di video”, sahutnya terus terang sambil tetap menundukkan muka.

Aku tersenyum lega, ternyata ia masih real virgin, belum pernah ada cowok yg menyentuhnya selain aku. Waah.. betapa beruntungnya aku.

Kedua tangannya malu-malu menutupi selangkangannya.

“Huu.. Mas Leo jorok ahh..” sahutnya malu-malu.

Aku makin gemas dan bernafsu melihat tingkahnya.

“Ayo aahh dik.. Mas sdh kepengen ngerasain nih.. Mas buka ya celana Dik Indri”, kataku nakal.

Dan dgn cepat aku berjongkok di depannya, kedua tanganku meraih pinggulnya yg seksi dan kudekatkan ke arahku. Pada mulanya Indri agak memberontak dan menolak tanganku namun begitu aku memandang wajahnya dan tersenyum padanya akhirnya ia hanya pasrah dan mandah saat jemari kedua tanganku mulai gerilya menacri ritsluiting celana ketatnya yg berwarna putih itu. Mukaku persis di depan selangkangannya sehingga aku dapat melihat gundukan bukit kemaluannya dari balik celana ketatnya.

Aku semakin tak sabar, dan begitu aku menemukan tali ritsluitingnya segera kutarik ke bawah sampai terbuka, kebetulan ia tak memakai sabuk sehingga dgn mudah aku meloloskan dan memplorotkan celananya sampai ke bawah.

Sementara pandanganku tak pernah lepas dari selangkangannya, dan kini terpampanglah di depanku CD-nya yg berw arna putih bersih itu tampak sedikit menonjol di tengahnya namun aku tak melihat dari CD-nya yg cukup tipis itu warna kehitaman sama sekali, berarti alat kelamin Indri masih belum ditumbuhi rambut sama sekali. Waahh.. aku memandang ke atas dan Indri menatapku sambil tetap tersenyum. Wajahnya tampak memerah menahan malu.

“Mas Leo buka ya.. celana dalamnya”, tanyaku pura-pura.

Indri hanya menganggukan kepalanya perlahan. Dgn gemetar jemari kedua tanganku kembali merayap ke atas menelusuri dari kedua betisnya yg kecil terus ke atas sampai kedua belah pahanya yg putih mulus tanpa cacat sedikitpun, halus sekali kulit pahanya dan begitu seksi dan padat, aku mengusap perlahan dan mulai meremas.

“Oooh.. Mass..”

Indri merintih kecil, kemudian jemari kedua tanganku merayap ke belakang ke b elahan bokongnya yg bulat. Aku meremas gemas disitu. Aahh.. begitu halus, kenyal dan padat. Ternyata Indri pandai sekali merawat diri. Ketika jemari tanganku menyentuh tali karet celana dalamnya yg bagian atas, sreet.. secepat kilat kutarik ke bawah CD-nya itu dgn gemas dan sreengg bau alat kelaminnya langsung menyergap hidungku, mm.. harum.. kini terpampanglah sdh daerah ‘forbidden’ itu.

Alamak indahnya bentuk alat kelaminnya itu. Menggembung membentuk seperti sebuah gundukan bukit kecil mulai dari bawah pusarnya sampai ke bawah di antara kedua belah pangkal pahanya yg seksi, sementara di bagian tengah gundukan bukit kemaluannya terbelah membentuk sebuah bibir tebal yg mengarah ke bawah dan masih tertutup rapat menutupi celah liang meqinya.

Dan di sekitar situ aku tak m elihat sehelai rambut kemaluan pun. Begitu bersih dan putih alat kelamin milik Indri itu. Aku hanya bisa melongo menyaksikan keindahan bukit kemaluannya dan tanpa terasa kedua tanganku sampai gemetar menyaksikan pemandangan yg baru pertama kalinya ini.

“Oohh.. Indri, indahnya..” Hanya kalimat itu yg sanggup kuucapkan saat itu, selanjutnya aku masih melongo menikmati keindahan sorga dunia milik kekasihku Indri.

Bau yg keluar dari alat kelamin miliknya membuat hidungku jadi kembang kempis menikmati aroma aneh namun terasa menyenangkan buatku. Sesaat aku tiba-tiba mendengar suara sreek.. sreek.. di atasku ketika aku mendongak ternyata kekasihku itu sedang membuka baju kaosnya, belum habis rasa kagetku setelah melemparkan kaosnya sekenanya kedua tangannya lalu menekuk ke belakang punggungnya hendak membuka BH-nya dan tess.. BH itupun terlepas jatuh di mukaku. Puk, langsung aku jatuh terduduk dan hanya bisa melongo menyaksikan pemandangan indah yg lain.

Selanjutnya Indri melepas jg celana dan CD-nya yg masih tersangkut di mata kakinya, lalu sambil tetap berdiri di depanku mulutnya tersenyum manis kepadaku, walaupun wajahnya sedikit memerah karena malu ia berusaha untuk tetap tersenyum. Alamak.. toketnya itu ternyata memang berbentuk bulat seperti buah apel, besarnya kira-kira sebesar dua kali bola tenis, warnanya putih bersih hanya puting-puting kecilnya saja yg tampak berwarna merah muda kecoklatan. aah, cantiknya kekasih kecilku ini apalagi kalau sedang telanjang bulat seperti ini, aku tak menygka tubuhnya yg sedang mekar ini sdh memiliki keindahan yg sangat sempurna.

” Indri kamu cantik sekali sayang”, bisikku lirih.

Batang k0ntolku semakin cenat-cenut tegang tak karuan. Lalu Indri mengulurkan kedua tangannya kepadaku mengajakku berdiri lagi. Ki ni rasanya kami seperti Adam dan Hawa saja. Bertelanjang bulat satu sama lain seperti kaum nudis saja.

“Mass.. Indri sdh siap, Indri sayang sama Mas, Indri akan serahkan semuanya seperti yg Mas inginkan”, bisiknya mesra.

Aku merangkul tubuhnya yg telanjang merasa terharu. Badanku seperti kesetrum saat kulitku menyentuh kulit halusnya yg hangat dan mulus apalagi ketika kedua toketnya yg bulat menekan lembut dadaku yg bidang. aah.. aku merintih nikmat. jemari tanganku tergetar saat mengusap punggungnya yg telanjang, begitu halus dan mulus. Aku tak sanggup menahan gejolak nafsuku. Setan-setan burik di belakangku seakan menggelitik batang k0ntolku agar aku segera menyetubuhinya.

“Aahh.. Indri kita lakukan di kamar yuk, Mas sdh kepingin begituan sayang”, bisikku tanpa malu-malu lagi. Indri tersenyum dlm pelukanku.
“Terserah Mas saja, mau melakukannya dimana”, sahutnya mesra.

Tooiinng.. batang k0ntolku langsung manggut-manggut seolah sangat setuju. Dgn penuh nafsu aku seg era meraih tubuhnya dan kugendong ke dlm kamar. Saat itu aku sempat melirik jam didinding ruangan sdh setengah tiga sore. Waah harus cepat nih, bisa kemalaman nanti. Kurebahkan tubuh Indri yg telanjang bulat itu di atas kasur busa di dlm kamar tengah, tempat tidur itu tak terlalu besar, untuk 2 orang pun harus berdempetan.

Suasana dlm kamar kelihatan gelap karena memang aku sengaja menutup semua gorden agar tak kentara dari luar, walaupun gorden yg berada dlm kamar ini sama sekali tdk menghadap ke jalan umum namun menghadap ke kebun di belakang, jadi sebenarnya sangat aman. Aku segera membuka gorden agar sinar matahari sore dapat masuk, dan benar saja begitu kusibakkan sinar matahari dari arah barat langsung menerangi seluruh isi kamar. Kulihat tubuh Indri yg telanjang bulat kelihatan mengkilap karena pantulan sinar matahari namun tak sampai menyilaukan mata.

Jantungku berdegup kencang saat kunaiki ranjang dimana tubuh Indri yg telanjang berada, ia memandangku tetap dgn senyumnya yg manis. Aku merayap ke atas tubuhnya yg bugil dan menindihnya, aku tak sabar ingin segera memasuki tubuhnya.

“Buka pahamu sayang, hh.. Mas ingin menyetubuhimu sekarang”, bisikku bernafsu.

Aku merasakan kehangatan saat kulitku bersentuhan dgn kulitnya yg halus mulus. Toketnya kelihatan sangat kencang dan bundar dgn puting-putingnya yg kemerahan sangat menawan hatiku, namun kutahan sementara keinginanku untuk menjamah buah terlarangnya itu.

“Mass..” ia hanya melenguh pasrah saat aku setengah menindih tubuhnya dan batang k0ntolku yg tegang itu mulai menusuk celah bukit kemaluannya, mencari liang meqinya. Kurasakan bukit kemaluannya terasa lunak dan hangat.

“Aahh..” tanganku tergetar saat kubimbing alat vitalku mengelus bukit kemaluannya yg empuk lalu menelusup di antara kedua bibir kemaluannya.
“Sayang.. Mas masukkan yaah.. kalau sakit bilang sayang.. kamu kan masih perawan.”
“Pelan-pelan Mas ..”, bisiknya pasrah.

Lalu dgn jemari tangan kananku kuarahkan kepala k0ntolku yg sdh tak sabar ingin segera masuk dan merobek selaput daranya itu. Indri memeluk pinggangku mesra, sementara kulihat ia memejamkan kedua matanya seolah menungguku yg akan segera memasuki tubuhnya. Aku menacri liang meqinya di antara belahan bukit kemaluannya yg lunak, aku tak dapat melihat celah meqinya karena posisi tubuhku yg memang tak memungkinkan untuk itu namun aku berusaha untuk mencari sendiri. Kuco ba untuk menelusup celah bibir kemaluannya bagian atas namun setelah kutekan ternyata jalan buntu.

“Agak ke bawah Mas, aahh kurang ke bawah lagi Mas.. mm.. yah tekan di situ Mas.. aaww pelan-pelan Mas sakiit”, Indri meqiik kecil dan menggeliat kesakitan, namun segera kupegang pinggulnya agar jangan bergerak.

Akhirnya aku berhasil menemukan celah meqinya itu setelah kekasihku itu menuntunku, akupun mulai menekan ke bawah, “Hhggkkghh..” kepala k0ntolku kupaksa untuk menelusup ke dlm liang meqinya yg sempit, terasa hangat dan sedikit basah. Kukecup bibir Indri sekilas lalu aku berkonsentrasi kembali untuk segera dapat membenamkan batang k0ntolku sepanjang 14 centi itu seluruhnya ke dlm liang meqinya. Indri mulai merintih dan meqiik-mekik kecil ketika kepala k0ntolku yg besar mulai berhasil menerobos liang kemaluannya yg sangat-sangat sempit sekali.

“Tahan sayang.. Mas masukkan lagi, hhgghh.. ahh sempit sekali sayang aahh”, erangku mulai merasakan kenikmatan dan “ssrrtt” kurasakan kepala k0ntolku berhasil masuk dan terjepit ketat sekali dlm liang meqinya.
“aawww.. mass sakiit..” teriak Indri memelas, tubuhnya menggeliat kesakitan.

Aku berusaha menentramkannya sambil kukecup mesra bibir mungil yg basah merekah dan kulumat dgn perlahan.

“mm.. cuupp.. cuupp.” Lalu,
“Hhgghh.. tahan sayang, baru kepalanya yg masuk sayang, Mas tekan lagi yaah”, bisikku di antara rasa pedih dan nikmat karena jepitan liang meqinya itu begitu ketat seolah-olah kepala k0ntolku diremas oleh sebuah daging yg sangat kuat cengkeramannya walaupun terasa hangat dan lunak.

Waah, ini harus diminyaki dulu nih pikirku, kalau aku langsung memperawaninya bisa-bisa batang k0ntolku ikut-ikutan lecet. Akhirnya sambil menahan keinginan seks-ku yg sdh menggelora kucabut kembali alat vitalku yg baru masuk kepalanya saja itu dgn perlahan. mm.. nikmatnya saat k0ntolku menggesek celah meqinya.

“Ah.. sayang, Mas masukin nanti saja deh.. hh.. liang meqimu masih sangat sempit dan kering sayang.”
“Kemaluanku sakit Mas”, erang Indri lirih.
“Yahh.. Mas tahu sayang kamu kan masih perawan, kita bercumbu dulu sayang, Mas kepingin melihat Dik Indri orgasme”, bisikku bernafsu.

Segera kurebahkan badanku di atas tubuhnya dan memeluknya den gan kasih sayang, “aahh..” aku menggelinjang nikmat merasakan kehangatan dan kehalusan kulitnya, apalagi saat dadaku menekan kedua buah toketnya yg montok rasanya begitu kenyal dan hangat, puting-puting susunya terasa sedikit keras dan lancip, mm.. mm. Kemudian kurasakan pula perut kami bersentuhan lembut dan yg paling merangsang adalah saat batang k0ntolku yg kucabut tadi kini menekan nikmat bukit kemaluannya yg empuk.

Ingin rasanya aku mencoba untuk memasuki liang meqinya lagi dan mengeluarkan air maniku sebanyak-banyaknya di dlm situ tp aahh, aku tak ingin hanya diriku saja yg merasakan kenikmatan, aku ingin mencumbu kekasihku ini dulu, mengulum bibirnya, meremas dan mengenyot-enyot kedua buah toketnya dan terakhir akan kucumbu seluruh tubuhnya dari atas sampai ke kaki, kukecup dan kucumbu alat kelaminnya, kujilati bibir meqi dan clitorisnya sampai Indri kekasih kecilku ini merasakan kenikmatan seks sesungguhnya dan orgasme sepuasnya.

“Indri.. hh.. bagaimana perasaanmu sayang”, bisikku mesra. Ia memandangku dari jarak yg kurang dari 10 centi dan tertawa renyah.
“mm.. Indri bahagia sekali bersama Mas seperti ini, rasanya nikmat ya Mas berpelukan sambil telanjang kaya gini”, ujarnya polos.
“Iyaa sayang, anggaplah Mas suamimu saat ini sayang”, bisikku nakal.
“Iih.. Mas Leo, mm.. mm.. Mas cumbui isterimu dong, beri istrimu kenik.. mmBH h”, belum sempat ia selesai ngomong, aku sdh melumat bibirnya yg nakal itu, Indri membalas ciumanku dan melumat bibirku dgn mesra.

Kujulurkan lidahku ke dlm mulutnya dan Indri langsung mengulumnya hangat, begitu sebaliknya. Semua terasa indah. Kurayapkan jemari tangan kiriku ke bawah menelusuri sambil mengusap tubuhnya mulai pundak terus ke bawah sampai ke pinggulnya yg hangat padat dan kuremas gemas, ketika tanganku bergerak kebelakang ke bulatan bokongnya yg bulat merangsang bersamaan dgn itu aku mulai menggoyangkan seluruh badanku menggesek tubuh Indri yg bugil terutama pada bagian selangkangan dimana batang k0ntolku yg sedang tegang-tegangnya menekan gundukan bukit kecil milik Indri yg empuk, kugerakkan pinggulku secara memutar sambil kugesek-gesekkan batang k0ntolku di permukaan bibir kemaluannya yg empuk sambil sesekali kutekan-tekan nikmat.

Indri ikut-ikutan menggelinjang kegelian namun ia sama sekali tak menolak walaupun beberapa kali kepala k0ntolku yg tegang salah sasaran memasuki belahan bibir kemaluan atau labia mayoranya seolah akan menembus liang meqinya lagi. Ia hanya merintih kesakitan dan meqiik kecil kalau aku salah menekan.

“Aawww.. Mas saakiit”, erangnya membuatku makin terangsang saja.
“Aahh.. Indri.. kemaluanmu empuk sekali sayang, sshh”, aku melenguh keenakan.

Setan-setan burik di belakangku semakin gila berjoget dangdut, seolah-olah bernyanyi,

“Hangat terasa.. terlenaa”. Beberapa menit kemudian setelah kami puas bercumbu bibir, aku menggeser tubuhku kebawah sampai mukaku tepat berada di atas kedua bulatan toket yg bundar bak buah apel, kini ganti perutku yg menekan bukit kemaluannya yg empuk itu, wooww enakk.

Jemari kedua tanganku secara bersamaan mulai menggeraygi gunung “Fujiyama” miliknya itu, seolah hendak mencakar kedua toketnya kelima jemari masing-masing tanganku kurenggangkan satu sama lain dan membentuk seperti cakar burung dan aku mulai menggesekkan ujung-ujung jemariku mulai dari bawah toketnya di atas perut terus menuju gumpalan kedua toketnya yg kenyal dan montok. Indri merintih dan menggelinjang antara geli dan nikmat.

“Mass.. mm.. iih geli Mas”, erangnya lirih.

Beberapa saat kupermainkan kedua puting-puting susunya yg kemerahan dgn ujung jemariku. Indri menggelinjang lagi, kupuntir sedikit putingnya dgn lembut.

“mm Mas..” Indri semakin mendesah tak karuan.

Aku tak tahan, secara bersamaan akhirnya kuremas-remas gemas kedu a toketnya dgn sepenuh nafsu.

“Aawww.. Mas.. nngg”, Indri mengerang dan kedua tangannya memegangi kain sprei dgn kuat. Aku semakin menggila tak puas kuremas lalu mulutku mulai menjilati kedua toketnya secara bergantian.

Lidahku kujulur-julurkan menjilati seluruh permukaan susunya itu sampai basah, mulai dari toket yg kiri lalu berpindah ke toketnya yg kanan, kugigit-gigit puting-puting susunya secara bergantian sambil kuremas-remas dgn gemas sampai Indri berteriak-teriak kesakitan.

“Maass.. sshh.. shh.. oohh.. oouwww.. mass”, erangnya.

5 menit kemudian lidahku bukan saja menjilati kini mulutku mulai beraksi menghisap kedua puting-puting susunya sekuat-kuatnya. Aku tak peduli Indri menjerit dan menggeliat kesana-kemari, sesekali kedua jemari tangannya memegang dan meremasi rambut kepalaku yg bergerak liar, sementara kedua tanganku tetap mencengkeram dan meremasi kedua toketnya bergantian sambil kuhisap-hisap dgn penuh rasa nikmat.

Bibir dan lidahku dgn sangat rakus mengecup, mengulum dan menghisap kedua toketnya yg kenyal dan padat. Di dlm mulut puting susunya kupilin-pilin dgn lidahku sambil terus menghisap sampai pipiku terasa kempot, aku menghayal meminum air susunya. Indri hanya bisa mendesis, mengerang, dan beberapa kali meqiik kuat ketika gigiku menggigiti putingnya dgn gemas, hingga tak heran kalau di beberapa tempat di kedua bulatan susu-susunya itu nampak berwarna kemerahan bekas hisapan dan garis-garis kecil bekas gigitanku. mm.. mm.. ini benar-benar nikmat, susu asli cap Nona pikirku dlm hati.

Cukup lama sekali aku menetek susunya, mungkin sekitar 15 menit, sampai setelah cukup puas bibir dan lidahku kini merayap menurun ke bawah. Kutinggalkan kedua belah toketnya yg basah dan penuh dgn luki san bekas gigitanku dan jg cupangan berwarna merah bekas hisapanku, sangat kontras sekali dgn warna kulitnya yg putih. Ketika lidahku bermain di atas pusarnya, Indri mulai mengerang-erang kecil keenakan, bau tubuhnya yg harum bercampur dgn keringatnya yg kas menambah nafsu seks-ku semakin memuncak, kukecup dan kubasahi seluruh perutnya yg kecil sampai basah.

Ketika aku bergeser ke bawah lagi dgn cepat lidah dan bibirku yg tak pernah lepas dari kulit tubuhnya itu telah berada di atas gundukan bukit kemaluannya yg indah mempesona.

“Buka pahamu Ndri..” teriakku tak sabar, posisi pahanya yg kurang membuka itu membuatku kurang leluasa untuk mencumbu alat kelaminnya itu.
“Oooh.. mass”, Indri hanya merintih lirih, kelihatannya dia sdh lemas kupermainkan sejak tadi, tp aku tahu dia belum orgasme walaupun sdh sangat terangsang semenjak kuhisap kedua toketnya.

Sekarang ini aku ingin merasakan kelezatan cairan kewanitaan dari liang meqinya, sebab pernah sohibku bilang terus terang kepadaku kalau ia sangat ketagihan untuk selalu meminum cairan lendir pacarnya ketika mereka sedang melakukan oral seks, katanya rasanya aneh tp membuat dirinya bergairah. Aku membetulkan posisiku di atas selangkangan kekasihku. Indri membuka ke dua belah pahanya lebar-lebar, ia sdh sangat terangsang sekali. Kini wajahnya yg manis kelihatan kusut dan rambutnya tampak awut-awutan. Kedua matanya tetap terpejam rapat namum bibirnya kelihatan basah merekah indah sekali. Kedua tangannya jg masih tetap memegangi kain sprei, kelihatannya dia tegang sekali.

“Sayang.. jangan tegang begitu dong sayang”, kataku mesra.
“Lampiaskan saja perasaanmu, jangan takut kalau Dik Indri merasa nikmat, teriak saja sayang biar puass..” kataku selanjutnya.

Sambil tetap memejamkan mata ia berkata lirih.

“I.. iya mass eenaak sih mass”, katanya polos. Aku tersenyum senang,
“Sebentar lagi kau akan merasakan kenikmatan yg luar biasa sayang”, bisikku dlm hati, dan setelah itu aku akan merenggut kegadisanmu dan menyetubuhimu sepuasnya.

Kupandangi beberapa saat keindahan bentuk alat kelaminnya itu, baru pertama kali ini aku menyaksikan alat kelamin wanita. Ternyata di samping baunya sangat khas dan merangsang hidungku, keringat yg membasahi di sekitar selangkangannya pun berbau harum dan khas.

Dari yg sering aku lihat di VCD ataupun di majalah, bentuk alat kelamin milik Indri ini termasuk masih Fresh, maksudnya di samping masih belum ditumbuhi sehelai rambutpun namun jg kulit di bibir meqi dan di sekitar alat kelaminnya itu tdk tampak keriput sedikitpun, masih kelihatan halus dan kencang. Labia mayoranya kelihatan gemuk dan padat berwarna putih sedikit kecoklatan, sedangkan celah sempit yg berada di antara kedua labia mayoranya itu tertutup rapat sehingga aku tdk bisa melihat lubang meqinya sama sekali. Benar-benar gadis perawan asli pikirku bangga. Aahh, betapa nikmatnya nanti saat celah kemaluan dan liang meqinya menjepit batang k0ntolku, akan kutumpahkan sebanyak-banyaknya nanti air maniku ke dlm liangnya sebagai tanda hilangnya keperjakaanku.

Cerita sex, cerita nyata, cerita ngentot, cerita mesum, cerita dewasa dengan judul Cerita Sex Petualangan Perjaka Dan Perawan” dan foto sex bugil tante bispak abg hot terbaru 2016

OBAT PEMBESAR PENIS DI INDONESIA