Obat Pembesar Penis
Balo Goal
Home » Cerita Sex Lesbian » Cerita Sex: Jaim Jadi Jail

Cerita Sex: Jaim Jadi Jail

resizedimage.php

Cersex artikel dewasa khususnya Cerita Sex, Pesta Sex, Cerita Dewasa, Cerita Sex Terbaru, Cerita Ngentot, Sex Nyata Cerita Sex: Jaim Jadi Jail”, Foto Sex tante,abg,bispak,stw,pelajar hot Terbaru 2016

Cerita Sex Lesbi
Cerita Sex: Jaim Jadi Jail

Cerita sex terbaru ini mempunyai tokoh utama bernama Ida, suaminya adalah seorang nahkoda pada perusahaan cargo asing. Mereka belum mempunyai anak, padahal usia perkawinan mereka sudah hampir 4 tahun dan menurut dokter mereka berdua sehat. Ida berusia 25 tahun, berkulit putih bersih, dengan tinggi 172 cm dan berat 50 kg, payudaranya berukuran 36 B. Dulu ia merupakan kembang desa di kampungku. Dia dan suami dari Sumatera Barat.

Cerita Ngentot | Setelah menikah suaminya mengajak merantau ke Jakarta, untuk karirnya dan supaya Ida mengenal kota besar katanya. Suaminya telah membeli sebuah rumah di Jakarta. Rumahnya terlalu besar menurutku untuk mereka tinggali berdua saja. Jadilah Ida seorang diri berbenah di rumah, waktu ia di kampung suka mengerjakan pekerjaan rumah sendiri sehingga ketika suaminya menawarkan untuk mencari pembantu ia menolaknya.

Lama kelamaan Ida suka kesepian kalau di rumah terus, soalnya suaminya kalau bertugas paling cepat 2 bulan baru kembali. Akhirnya Ida mengikuti pengajian dilingkungan sekitar rumahnya untuk menghilangkan kebosanan menunggu rumah. Oh ya..sejak menikah Ida mengubah penampilannya, sekarang ia menggunakan jilbab dalam berpakaian sehari-hari. Kelompok pengajiannya diikuti lebih kurang 22 orang. Mayoritas dari mereka mengenakan jilbab sehari-harinya.

Di dalam kelompok pengajian Ida akrab dengan Fitri, anak dari guru mengajinya yg tinggal 1 blok dari rumahnya. Ida dan Fitri memang seusia, Fitri berusia 25 tahun dan belum menikah. Penampilan Fitri menuruni dari ayah dan ibunya yg keturunan Arab, wajahnya jelas sekali menunjukkan ia keturunan Arab, kulitnya putih bersih, tingginya sekitar 175 cm dan beratnya 55 kg, Ida suka mereka-reka ukuran payudara Fitri yg kayaknya lebih besar dari punyanya.

Fitri sangatlah modis dalam berpenampilan, Ida suka memintanya mengajari dalam cara berpakaian. Fitri juga mengenakan jilbab seperti Ida, tapi ia selalu berpakaian modis dan trendy bahkan sesekali jubahnya agak ketat dan dipadukan dengan celana jeans, kadang-kadang Ida bingung dengan caranya berpakaian walaupun tertutup rapat tapi terlalu ketat menurutnya.

Sedangkan Ida lebih suka berbaju kurung saja dan berjilbab tertentunya. Fitri mengajar TPA yg berjarak 2 rumah dari rumah Ida. Ida suka memuji kecantikan Fitri yg makin terlihat bila ditambah dengan dandanan yg modis dan trendy, ia hanya tersipu-sipu saja bila mendengar pujian Ida tersebut, saat ia lewat di depan rumah ketika berangkat dan pulang mengajar. Fitri juga suka mampir ke rumah Ida bila pulang mengajar yg hanya sampai jam 11, biasanya ia menemaninya membereskan rumah sambil ngobrol sesana kemari.

Suatu saat Fitri mampir ke rumah Ida setelah selesai mengajar, ia mengenakan jilbab berwarna putih, berbaju muslim dan celana kulot berwarna coklat muda, ketika itu Ida seperti biasa mengenakan jilbab berwarna putih dan baju kurung berwarna pink. Mereka pun kemudian asyik dalam obrolan, suatu ketika Ida memperhatikan jari-jari tangan dan kaki Fitri yg sepertinya dilukis.

‘Aduh Fit, jari-jari kamu iniiii. Indah sekali sihhh…’, sambil meraih tangannya dibawa ke pangkuan Ida.

Fitri hanya tersenyum saja sambil mengamati Ida.

‘Oh, lembut sekali…tanganmu Fit..’ sambil memasukkan jari-jarinya di antara jari-jari tangan Fitri.

Kemudian Ida sedikit memilin-milin jari-jari tersebut. Entah kenapa sepertinya Fitri menikmati pilinan jari Ida pada jarinya. Fitri menarik nafas panjang kemudian menghembuskan dengan cepat, mengeleng-gelengkan kepalanya seperti orang yg tegang lehernya, jilbabnya bergerak ke kanan dan ke kiri mengikuti gerakan kepalanya.

‘Kamu kenapa Fit?’ tanya Ida keheranan.
‘Eh, ngak kok cuman leher agak pegel-pegel aja’ jawab Fitri agak gugup.
‘Oo..’ balasnya.

Tapi pengalaman dan naluri kewanitaan Ida yg berpengalaman tahu bahwa itu adalah tanda-tanda wanita yg sedang terangsang. Timbul pikiran kotor untuk mengerjai Fitri, apa benar ia terangsang hanya oleh remasan jariku pada tangannya. cerita sex

Soalnya bila sedang sendirian kadang-kadang Ida juga menghayalkan sedang bersetubuh dengan suaminya apalagi bila libidonya sedang tinggi, ia suka jadi pusing-pusing bila menahan nafsunya itu, bila tak kuat menahannya badan terasa panas dan ia suka ke kamar mandi dan menyirami tubuhnya yg masih berpakaian lengkap, jilbab dan pakaiannya dibiarkan basah sambil berusaha mengatur nafasnya yg akan terengah-engah,

kemudian ia akan meraba-raba tubuhnya yg masih mengenakan jilbab dan pakaian lengkap itu terutama daerah payudara dan kemaluan sambil membaygkan disetubuhi oleh suamiku, ritual itu baru berakhir bila ia sudah mencapai orgasme, pertama-tama ia malu pada dirinya sendiri, tapi lama kelamaan menikmatinya, memang aneh sejak menikah ia jadi ketagihan untuk digauli oleh suaminya, suatu hal yg tidak pernah dipikirkan ketika belum menikah. Tapi apakah Fitri yg masih single juga suka membaygkan hal-hal seperti itu, apalagi ilmu agamanya lebih dalam dari Ida.

‘Kita pindah ke kamar yuk, biar sekalian aku pijitin kepalamu Fit’ kata Ida sambil menghentikan remasan jarinya pada tangan Fitri. Ida pun segera berdiri sambil merapikan jilbab dan bajunya lalu berjalan ke dalam kamar tidur. Ia dapat melihat wajah Fitri seperti menunjukkan kekecewaan ketika Ida menghentikan remasan pada tangannya. Ia pun segera berdiri dan merapikan jilbabnya dan mengikuti Ida ke dalam kamar.

‘Ayo tiduran biar enak dipijatnya’ kata Ida sambil duduk di pinggir tempat tidur.
‘Gak usah Da, ntar juga hilang sendiri’ jawabnya sambil duduk di bangku meja rias dan melihat-lihat peralatan rias.

Ida kemudian berdiri dan berjalan mendekati Fitri, kemudian memijit-mijit pundaknya. Entah setan apa yg tiba-tiba merasuki dirinya, Ida ingin sekali menggoda melihat Fitri bila sedang dalam keadaan terangsang, apakah seperti yg ia pernah rasakan apa lain. Fitri diam saja ketika Ida mengangkat sedikit jilbab bagian belakang dan menariknya ke arah depannya, sehingga Ida dapat melihat leher bagian belakang Fitri. Ia membiarkan Ida memijit-mijit lehernya, lehernya memang terasa kaku, tapi yg membuat Ida penasaran nafas Fitri makin lama makin cepat.

Sebenarnya Fitri merasakan perasaan yg aneh ketika tangannya diremas-remas oleh Ida di ruang tamu, pikirannya tiba-tiba merasa melayg dan ada rasa yg belum pernah ia rasakan yg sepertinya meledak-ledak ingin keluar dari dalam dirinya tetapi ia berusaha menahannya sehingga tanpa sadar nafasnya menjadi terengah-engah dan hal itu kembali dirasakannya ketika tangan Ida memijit-mijit pundaknya. Tanpa sadar tangan kanan Fitri meremas-remas payudara kirinya dari luar pakaiannya, sementara tangan kirinnya menekan-nekan bagian memeknya yg terasa berdenyut-denyut dari luar celananya.

Ida yg melihat aktifitas tangan Fitri dari kaca riasnya tersenyum, rupanya sama saja kalo wanita sedang terangsang, tak beda antara orang alim dengan orang biasa. Ida pun menurunkan pijatannya pada lengan Fitri, lalu tangan kanannya mulai meraba-raba payudara kanan Fitri yg masih tertutup pakaian dari belakang. Wajah Fitri yg terlihat relax menjadi bertambah ceria ketika merasakan remasan pada payudara kanannya, ia mendengar bisikan Ida yg lembut pada telinganya yg tertutup jilbab

‘Biar aku puasin kamu Fit’. Suasana hening beberapa detik, keduanya saling tatap sebelum tiba-tiba Ida memagut bibir Fitri yg mengadah ke depan itu.

Fitri tersentak kaget, dia melepaskan ciuman itu dan melotot memandangi Ida.

“Da…kamu…mmmhh!” sebelum sempat menyelesaikan kata-katanya Ida sudah kembali menciumnya.

Fitri sempat berontak dengan menarik jilbab Ida agar kepalanya menjauh selama beberapa saat namun ciuman dan belain Ida pada daerah sensitifnya membuat gairahnya naik, baru kali ini dia merasakan dan melakukannya apalagi dengan sesama jenis, dirasakannya kenikmatan yg berbeda yg menggodanya untuk meneruskan lebih jauh. Rangsangan dari dalam dirinya dan menyebabkan Fitri pun akhirnya menyambut ciuman rekan pengajiannya itu. Lidah mereka bertemu, saling jilat dan saling membelit.

Sementara itu tangan Ida meremas lembut payudara Fitri dari luar, Fitri sendiri sudah mulai berani mengelus punggung Ida, tangan satunya mengelus pantatnya yg masih mengenakan baju kurung. Keduanya terlibat dalam ciuman penuh nafsu selama lima menit, dan ciuman Ida pun mulai menjilati belakang lehernya.

“Sshhh…kurang ajar juga kamu Da!” desisnya dengan nafas memburu.

Ida terus menciumi leher Fitri sambil kedua tangannya membuka resleting di belakang baju muslim Fitri dan mulai memelorotinya sehingga bra putih di baliknya terlihat, dia turunkan juga cup bra itu hingga terlihatlah sepasang gunung kembarnya yg membusung kencang. Jari-jari lentik Ida mengusapinya dengan lembut sehingga Fitri pun hanyut dalam kenikmatan.

“Gimana Fit, asyik kan ? Kamu jadi tambah cantik kalau lagi horny gitu loh” Ida tersenyum nakal sambil memilin-milin kedua puting Fitri.
“Mmhh…eengghh…udah dong Da, sshh…ntar ada yg tau !” desah Fitri merasakan kedua putingnya makin lama makin mengeras. Sambil menarik-narik jilbab Ida agar menjauh darinya
“Tenang, disini aman kok, ini kan rumahku, kita have fun sebentar yah !” jawab Ida Kemudian. Ida mencumbui payudara

Fitri, lidahnya menyapu-nyapu puting kemerahan yg sudah menegang itu, saat itu Ida mengetahui ukuran payudara Fitri adalah 38 B dari bra yg berhasil ia lepaskan. Wajah Fitri yg berjilbab hanya bisa mendongak dan mendesah merasakan nikmatnya. Tangan Ida sudah mulai memcoba menurunkan celana kulot Fitri dan Fitri pun mengangkat sedikit pantatnya agar Ida dapat dengan mudah menurunkan celana kulotnya hingga sebatas lutut dan Ida mulai merabai pahanya yg putih mulus itu.

“Hhhssshh…eeemmmhh !” Fitri mendesis lebih panjang dan tubuhnya menggelinjang ketika tangan Ida menyentuh kemaluannya dari luar celana dalamnya.

Seperti ada getaran-getaran listrik kecil yg membuat tubuhnya terasa tersengat dan tergelitik saat jari Ida menyusup lewat pinggir celana dalamnya dan menyentuh bibir memeknya, daerah itu jadi basah berlendir karena sentuhan-sentuhan erotis itu.

Pada saat itulah. Birahi Fitri tiba-tiba meledak, ciuman lembut itu, jilatan-jilatan halus itu, remasan dan cubitan halus itu, ohhh tak mampu ia tahan lagi. Fitri menjadi sangat bernafsu. Diraih tubuh Ida dan dirapatkan ke tubuhnya, mendorongnya ke atas tempat tidur, menindih tubuhnya…, dan untuk pertama kalinya baginya…, sama-sama perempuan… mereka saling berpagut… mereka saling melumat bibir-bibir dan lidah-lidahnya. Jilbab mereka menjadi agak acak-acakan tetapi masih menempel pada kepala masing-masing.

Kami langsung berguling di tempat tidur, dengan sangat agresif Fitri merangsek Ida, ia mengangkat kain jilbab depan Ida dan lidahnya merambat ke leher Ida, kemudian kedua tangannya meremas-remas payudara Ida dari luar pakaiannya. Ida pun membuka baju kurungnya dan melepaskan bra serta celana dalamnya, hanya tinggal jilbab yg dikenakannya.

Fitri pun melakukan hal yg sama, ia membuka baju dan celana kulotnya kemudian melepaskan branya yg sudah merolot dan terakhir celana dalamnya. Fitri mendekatkan wajahnya merangsek ke dada Ida…, lidahnya menari-nari dan bibirnya menggigit-gigit kecil kemudian menyedot puting-puting payudara Ida. Woooww…, birahi Ida pun semakin membara terbakarrrrrr…

‘Fit…, kamu pernah beginiiiii… Fit???’.
‘Ooohhh.. hhheehh.. hhullppp…’, dia merintih dan terus meracau…

Ida sendiri tidak mampu lagi berfikir jernih, dielus-elus kepala Fitri, jilbabnya yg tergerai agak susah lepas karena ada peniti di lehernya. Ida meraih jilbabnya mengikatkannya ke belakang lehernya, ia melakukan hal yg sama pada jilbab Fitri yg sedang mengusel-usel payudara Ida yg sangat merangsang kenikmatan birahinya tidak menganggu…

Ida menyaksikan kepala Fitri seperti bergeleng dan bergeleng histeris, sepertinya ingin menekankan lebih dalam kulumannya pada payudara Ida yg ranum ini… Aiiiihhh…, binalnya kamu Fitriiiii…Ida menikmatinya dalam kepasrahan. Ia tak ingin menggangu badai nafsu birahi yg sedang melanda Fitri… dibiarkan saat-saat tangan Fitri mulai menyibak rambut kemaluannya.

Disingsingkannya rambut tersebut, tangannya menjamah kemaluan Ida dan mengelusnya. Uh, halusnyaaa… Ida menggelinjang hebat, dan mulai mengeluarkan desahan yg tak lagi dapat ditahan-tahan. Kegelian dari permukaan memeknya menjalar ke seluruh tubuhnya. Ida menggeliat-geliat. Fitri semakin bersemangat. Tangannya berkali-kali mengibaskan jilbabnya agar tidak menghalangi pandangannya jari-jarinya mengelus bibir memek Ida.

Dengan bibir yg terus melumat payudara Ida serta menggigit puting susunya, jari-jari Fitri mempermainkan kelentitnya. Uhhh, rasanya Ida tenggelam dalam samudra kenikmatan yg tak terhingga… Geliat-geliat tubuhnya menggila disertai dengan rintihan yg disebabkan tak mampunya menerima kenikmatan yg datang melanda bak topan di lautan.

Ida menjambak jilbab Fitri hingga menjadi awut-awutan. Dan Fitri pun semakin kesetanan. Jari-jarinya berusaha menembus lubang memek Ida. Ida merasakan kegatalan sekaligus kenikmatan yg dahsyat. Bibir lubang memeknya mengencang…, ingin ditembus tetapi malah merapatkan pintunya. Sungguh suatu ironi yg sangat. Kemudian Fitri melepas kulumannya di payudara Ida. Tangannya membuka dan langsung menyorongkan payudaranya ke muka Ida.

“Da, tolong yah…saya gak tahan !” pintanya sambil dua jarinya keluar masuk memeknya.

Dorongan birahi yg tinggi menyebabkan Ida mendekatkan wajahnya ke payudara Fitri, lidahnya pun menyentuh puting susu Fitri yg merah merekah itu sehingga pemiliknya mendesah.

“Sshhh…uuummm….aaahhh !” desah Fitri menikmati jilatan Ida pada payudaranya
“Emmhh…yahh…disitu, terusin…aaahh !” desisnya lagi ketika Ida mengigit-gigit puting susunya.

Kini Ida dalam posisi merangkak di atas tubuh Fitri yg telentang. Payudara keduanya bertemu dan saling menghimpit, keduanya berpelukan dan berciuman dengan sangat liar. Tak lama kemudian gelombang orgasme melanda keduanya, daerah selangkangan mereka semakin basah karenanya. Sesuatu yg hangat terasa di dalam kemaluan mereka, ya, cairan memek.

Ida menyaksikan kepuasan tak terhingga pada Fitri. Nafasnya tersengal-sengal. Akhirnya mereka berdua berpelukan erat sambil berciuman. Kedua payudara mereka saling menempel. Kedua kemaluan mereka juga saling menempel. Mereka berdua saling membelai punggung dengan halus. Ida menambahi dengan jari telunjuk tangan kanannya yg masuk mengocok lubang pantat Fitri.

Fitri mengikutinya dengan juga memasukkan jari telunjuk tangan kanannya yg masuk mengocok lubang pantat Ida. Bibir mereka melepaskan ciuman dan keluarlah suara..

“Aaahhh… aaahhh… aaahhh…” Demikianlah keduanya mencapai puncak orgasme setelah memainkan lobang pantat masing-masing.

Akhirnya mereka meraih orgasme…, mereka tidak tahu lagi bagaimana menahannya…, keduanya berguling saat orgasme itu datang…, kenikmatan dahsyat yg menimpa mereka membuat lupa diri…, berteriak histeris, meracau histeris… Caci maki dan umpatan kata-kata kotor penuh birahi keluar dari mulut mereka…

Belakangan Ida mentertawakan Fitri, dia bilang kamu yg cantik, ayu dan lembut serta alim ini bisa juga mengeluarkan kata-kata hina, seronok kasar dan kotor seperti itu… Ida membaygkan betapa kenikmatan telah melanda Fitri hingga kata-kata yg sedemikian kotor itu begitu saja meluncur dari mulut cantiknya…

Itulah awal Ida dan Fitri mengenal dunia lesbian. Sejak itu Ida dan Fitri sering bercumbu. Saat suami Ida berangkat kerja, tak jarang permainan dilangsungkan di rumahnya atau di rumah Fitri. Lama kelamaan mereka semakin banyak melihat perempuan yg cantik.

Sesekali mereka, Ida dan Fitri sepakat untuk mencari partner yg ke-3. Mereka ingin bercumbu bertiga. Dengan siapaaa yaaa…??? Kapaann yaaa…??? Jilbab dan baju muslim yg mereka kenakan tak menghalangi mereka untuk meneguk kenikmatan birahi yg mereka rasakan, bahkan Fitri yg alim ternyata mempunyai kepribadian yg sangat mencengangkan.

Mereka berdua sepakat menutup rapat kisah percintaan mereka di balik jilbab mereka.

***

Cersex artikel dewasa khususnya Cerita Sex, Pesta Sex, Cerita Dewasa, Cerita Sex Terbaru, Cerita Ngentot, Sex Nyata Cerita Sex: Jaim Jadi Jail”, Foto Sex tante,abg,bispak,stw,pelajar hot Terbaru 2016

OBAT PEMBESAR PENIS DI INDONESIA