resizedimage-phpjasa2 ezgif.com-resize resizedimage-phpjuara3
 Obat Pembesar Penis
Balo Goal Bandar Bola bandar poker bandar poker Bandar Q Untitled-mantap728x90
Home » Cerita Sex Lesbian » Cerita Sex: Duo Lesbi

Cerita Sex: Duo Lesbi

resizedimage.php ABGQQ Bandar Q, Poker, Domino, dan Sakong Online Terpercaya

Cersex Cerita Sex, Sex Hot Masturbasi, Cerita Dewasa, Cerita Sex Terbaru, Ngentot Cerita Sex: Duo Lesbi Hot Terbaru 2016 – Hemi baru saja selesai menyapu lantai. Dan sekarang ia berniat mencuci piring kotor. Ia berjalan masuk kedalam dapur dan mendapati Mbak Ninik sedang membenahi peralatan dapur. Pada jam seperti ini restoran tempat mereka bekerja sudah sepi. Hari ini giliran Hemi yang harus pulang lambat karena ia harus merapikan restoran untuk buka nanti malam. Begitulah keadaan restoran dikota kecil, pagi buka sampai jam 3 sore lalu tutup dan buka kembali jam 7 malam. Hemi tahu ia tak akan sempat pulang karena ia harus bekerja merapihkan tempat itu bersama Ninik.

Cerita SexCerita Sex: Duo Lesbi – Ist

Cerita Sex Lesbi | Hemi adalah seorang gadis yang cantik dan ramah. Usianya sudah 38 tahun dan ia tak dapat lagi meneruskan sekolahnya karena orang tuanya tidak mampu. Wajahnya oval dan sangat bersih, kulit gadis itu kuning langsat. Mata Hemi bersinar lembut, bibirnya kemerahan tanpa lipstik. Hemi mempunyai rambut yang panjang sampai dadanya, berwarna hitam, tubuhnya seperti layaknya gadis kampung seusianya. Buah dada Hemi membusung walaupun tidak dapat dikatakan besar namun Hemi memiliki pantat yang indah dan serasi dengan bentuk tubuhnya. Pendek kata Hemi seorang gadis yang sedang tumbuh mekar dan selalu dikagumi setiap pemuda dikampungnya.

Ninik seorang wanita yang sudah berusia 41 tahun. Ia seorang janda ditinggal cerai suaminya. Sudah 3 tahun Ninik bercerai dengan suaminya karena laki-laki itu main gila dengan seorang pelacur dari Jawa Tengah. Ninik bertubuh montok dan bahenol. Semuanya serba bulat dan kencang, wajahnya cukup manis dengan rambut sebahu dan ikal. Bibir Ninik sangat menggoda setiap laki-laki, walaupun hidungnya agak pesek. Kulit Ninik berwarna coklat tua karena ia sering ke pasar dan ke sawah sebagai buruh tani kalau sedang musim tanam atau panen.

Ninik dulunya adalah seorang pelacur daerah Tretes, Jawa Timur. Dulu uang begitu gampang diperoleh dan laki-laki begitu gampang dipeluknya, sampai akhirnya hukum karma membuat ia menjanda karena sesama teman seprofesinya juga. Banyak orang dikampung yang diam-diam mengetahui sejarah kelam Ninik dan banyak juga yang mencoba hendak memanfaatkan dia. Tapi selama ini Ninik terlihat sangat cuek dan sinis terhadap orang-orang yang menggodanya. Buah dada Ninik besarnya bukan main, sering ia merasa risih dengan miliknya sendiri. Tapi ia tahu buah dadanya menjadi buah-bibir baginya. Dan sedikit banyak ia juga bangga dengan buah dadanya yang besar dan kenyal itu. F

itria juga memiliki pantat yang besar dan indah, nungging seperti meminta.. Tubuh Ninik sering menjadi mimpi basah para pemuda dikampungnya.

“Des, kamu sudah punya suami belum?” Tiba Ninik berjongkok didepan Hemi dan mulai membantu gadis itu mencuci piriong-piring kotor.

Hemi terkikik dan menggeleng.

“sudah tuh” “Lho? Gadis secantik kamu pasti banyak yang naksir” kata Ninik sambil memandang Hemi. Hemi tertawa lagi.
“Payah.?? semuanya mikir kesitu melulu” Jawab Hemi.
“Memang.?? laki-laki itu kalau melihat perempuan pikirannya langsung ingin ngewe” kata Ninik tanpa merasa risih berkata kasar.
“Ah Mbak, jangan suka ngomong gitu ah” timpal Hemi.
“Kan nggak ada yang dengar ini” Jawab Ninik. Mereka terdiam lama.
“Mbak.. ” suara Hemi menggantung.

Ninik terus mencuci.

“Mmm?” Jawab wanita itu.
“Ngg..”
“Ngomong aja susah banget sih” Ninik mulai hilang sabar.

Hemi menunduk.

“Ngg.. Anu.. Ngewe itu enak nggak sih?” Akhirnya keluar juga. Ninik memandang gadis itu.
“Yaa.. Enaak banget Des, apalagi kalo yang ngewein kita pinter” jawab Ninik seenaknya.
“Maksud Mbak?” Hemi penasaran. “Iya pinter.. Bisa macam-macam dan punya kontol yang keras!” kata Ninik sambil terkikik. Hemi merah padam mendengarnya.

Tapi gadis itu makin penasaran.

“Bisa macam-macam apa sih, Mbak?” tanya Hemi.

Ninik memandangnya sambil menimbang. Ah.. Toh nanti gadis kecil ini harus tahu juga. Dan Hemi sungguh cantik sekali, sekilas mata Ninik tertumbuk pada posisi Hemi yang sedang berjongkok.

Baca juga cerita sex lainya di www.orisex.com

Ninik melihat gadis itu mengangkang dan terlihat celana dalam gadis itu berwarna coklat muda.

“Macam-macam seperti tempik kita diciumin, dijilat bahkan ada yang sampai mau ngemut tempik kita lohh..” jawab Ninik.

Entah kenapa Ninik merasa sangat terangsang dengan jawabannya dan darahnya mendidih melihat selangkangan Hemi yang bersih serta mulus. “Idiih.. Jorok ihh.. Kok ada yang mau sih?” Hemi sekarang melotot tak percaya.

“Lho.. Banyak yang doyan ngemut memek Des. Ngemut kontol juga enak banget kok” jawab Ninik masih terus melihat selangkangan Hemi.
“Astaga.. Masak anunya lelaki diemut?” Hemi merasa aneh dan jantungnya berdebar, ia merasa ada aliran aneh menjalar dalam dirinya.

Gadis itu tidak mengerti bahwa ia terangsang.

“Oh enak banget Des, rasanya hangat dan licin, apalagi kalo ehm.. Ehmm.. “
“Kalo apa Mbak?” Hemi makin penasaran. Ninik merasa melihat bagian memek Hemi yang tertutup celana dalam krem itu ada bercak gelap, tapi Ninik tidak yakin.
“Yaa.. Malu ahh..!” Ninik sengaja membuat Hemi penasaran.
“Ayo doong Mbak” rengek Hemi.

Ninik sekarang yakin bahwa memek gadis itu sudah basah sehingga terlihat bercak gelap di celana dalamnya. Ninik sendiri merasa sangat terangsang melihat pemandangan itu.

“Kalo pejuhnya menyembur dalam mulut kita, rasanya panas dan asin, lengket tapi enak banget!” bisik Ninik didekat telinga Hemi. Hemi membelalakkan matanya.
“Apa itu pejuh?” tanyanya. Ninik merasa tidak tahan.
“Pejuh itu seperti santan yang sering bikin memek kita basah lho” Jawab Ninik.

Ia melihat bagian memek Hemi makin gelap, wah gadis ini banjir, pikir Ninik.

“Idiihh amit-amit, jorok banget sih”
“Lho kok jorok? Laki-laki juga doyan banget sama santan kita, apalagi kalo memek kita harum, tidak bau terasi”
“Idiihh Mbak saru ah!”
“Tapi aku yakin memek kita pasti wangi, soalnya kita kan minum jamu terus”
“Udah ah, lama-lama jadi saru nih” kata Hemi.

Ninik tertawa.

“Kamu udah banjir yaa?” goda Ninik.

Hemi memerah, buru-buru ia merapatkan kedua kakinya.

“Ahh.. Mbaakk!!” Ninik tersenyum melihat Hemi melotot.
“Nggak usah malu, aku sendiri juga basah nih” Kata Ninik.

Ia lalu membuka kakinya sehingga Hemi bisa melihat celana dalam putih dengan bercak gelap di tengah, Hemi terbelak melihat bulu-bulu kemaluan Ninik yang mencuat keluar dari samping celana dalamnya, lebat sekali, pikirnya.

“Ihh.. Mbak jorok nih” desis Hemi. Ninik terkekeh.
“Mau merasakan bagaimana tempik kamu diemut?” bisik Ninik.

Hemi berdebar.

“Ngaco ah!” “Aku mau emutin punya kamu, Des?” Ninik mendekat.

Hemi buru-buru bangun dan mundur ketakutan. Ninik tertawa.

“Kamu akan bisa pingsan merasakannya” bisik Ninik lagi.
“Ogah ah.. Udah deh.. Jangan nakut-nakutin akhh” Hemi mundur mendekati pintu kamar mandi dan Ninik makin maju.
“Nggak apa-apa kok.. Cuman diemut aja kok takut?”
“Masak Mbak yang ngemut?”
“Iya.. Supaya kamu tahu rasanya”
“Malu ahh..”
“Nggak apa-apaa..” Ninik mendekat dan Hemi terpojok sampai akhirnya pantatnya menyentuh bibir bak mandi.

Dan Ninik sudah meraba pahanya. Hemi merinding dan roknya terangkat ke atas, Hemi memejamkan matanya. Ninik sudah berjongkok dan mendekatkan wajahnya ke memek Hemi yang tertutup celana dalam. Ninik mencium bau memek Hemi, dan Ninik puas sekali dengan harumnya memek Hemi. Dulu ia sering melakukan hal-hal seperti ini, malah pernah ia bermain-main bersama 4 pelacur sekaligus untuk memuaskan tamunya. Tubuh Hemi gemetar dan seluruh bulu kuduknya meremang, gadis itu merasa suhu tubuhnya meningkat dan perasaannya aneh.

Ninik mulai menciumi memek Hemi yang masih tertutup. Pelan-pelan tangannya menurunkan celana dalam Hemi dan Ninik terangsang melihat cairan lendir bening tertarik memanjang menempel pada celana dalam gadis itu ketika ditarik turun. Ninik menjulurkan lidahnya memotong cairan memanjang itu dan lidahnya merasakan asin yang enak sekali. Memek Hemi sungguh indah sekali, tidak terlihat bibir kemaluannya bahkan bulu-bulunya pun masih halus dan lembut. Ninik mencium dan mulai melumat memek Hemi.

Gadis itu mengerang dan menggeliat-liat ketika lidah Ninik menjalar membelai liang memeknya. Hemi benar-benar shock dengan kenikmatan aneh yang dirasakannya, ada perasaan geli dan jijik, tapi ada perasaan nikmat yang bukan alang kepalang. Gadis itu merasakan keanehan yang belum pernah dirasakan sebelumnya. Bulu kuduknya berdiri hebat tatkala lidah Ninik menyapu dinding memeknya, Hemi menggeliat-liat menahan perasaan nyeri nikmat bagian bawah perutnya.

“Aahh.. Mbak.. Uuuhh.. Ssshh.. Ja.. Jangan mb.. Mbbak! Ji.. Jijikhh.. Aahh”

Ninik tidak memperdulikan rintihan dan erangan Hemi. Lidahnya bergumul dan menembus liang memek Hemi dengan lembut, Ninik tahu Hemi masih perawan dan ia tak ingin merusak keperawanan Hemi, lidahnya hanya menjulur tidak terlalu dalam, namun Ninik sudah dapat merasakan cairan asin hangat yang mengalir membasahi lidahnya dan Ninik mengendus-endus bau khas memek Hemi dengan sangat menikmatinya. Ninik perlahan-lahan menyelipkan jari-jarinya kesela-sela bokong Hemi, dengan lembut dan dibelai-belainya liang anus Hemi, dan Hemi sedikit tersentak tapi kemudian menggelinjang geli, tapi Hemi membiarkan dirinya pasrah terhadap Ninik.

Ia percaya sepenuhnya pada Ninik dan sekarang ia benar-benar merasakan kenikmatan yang selama ini belum pernah ia rasakan bahkan dalam mimpipun!

“Enak Hem?” desah Ninik dengan mulut berlumuran lendir Hemi.

Hemi memandang ke bawah dan mengangguk, tubuhnya bergetar hebat, ia tak menyadari bahwa itu yang dinamakan klimaks kenikmatan seorang perempuan. Ninik merasakan liang memeknya berdenyut dan ia meraba serta menusuk-nusukkan jarinya sendiri keliang memeknya dan merasakan cairan licin membasahi jarinya. Ia merintih dengan wajah tersuruk di selangkangan Hemi, lidahnya kini menjulur dan membelai liang dubur Hemi dan membuat gadis itu terlonjak-lonjak kegelian serta terpana mendapatkan perlakuan yang tidak pernah dibayangkannya. Hemi merasa liang duburnya ditekan-tekan oleh benda lunak dan sesekali terselip masuk kedalam dan ia akan terlonjak kaget bercampur geli, tapi lebih banyak merasakan kenikmatannya.

Entah bagaimana awalnya, tapi kenyataannya Hemi dan Ninik telah saling memeluk dalam keadaan telanjang bulat dilantai kamar mandi. Ninik mencium mulut Hemi, mulanya gadis itu menolak tapi permainan jari-jemari Ninik diitilnya membuat gadis itu mabuk kepayang dan kepalanya dipenuhi nafsu berahi yang memuncak dashyat. Ninik melumat mulut Hemi dengan penuh nafsu, Hemi membalasnya dengan malu-malu tapi mereka berdua memang saling melumat juga akhirnya. Terdengar bunyi mulut mereka ketika lidah mereka saling mengait dan saling menghisap. Hemi berkelojotan berkali-kali dan Ninik merasakan memeknya berdenyut-denyut nikmat, ia membayangkan Hemi menjilati dan mengemuti kemaluannya.

Perlahan-lahan Ninik mulai menjilati leher gadis itu dan terus menciumi ketiak Hemi, gadis itu menggelinjang kenikmatan dan makin mengerang keras ketika Ninik mulai menghisap puting tetek Hemi. Perlahan Ninik menggeser posisinya sehingga Hemi dapat membelai memeknya, tapi gadis itu hanya menggeliat saja. Ninik tidak sabar, diambilnya tangan Hemi dan ditaruhnya di memeknya, Hemi mulai membelai dengan canggung. Ketika jarinya tidak sengaja masuk keliang memek Ninik, segera saja wanita itu memajukan pinggulnya dan memompa jari Hemi. Hemi mulai mengerti dan ia mulai memainkan itil Ninik dan membuat wanita itu terlonjak-lonjak nikmat.

Lalu perlahan Ninik sudah mengangkangi Hemi dan ia menciumi memek Hemi kembali, lidahnya kembali menggumuli liang kemaluan gadis itu. Hemi kembali merasakan terjangan gelombang kenikmatan manakala memeknya digumuli Ninik, Hemi membiarkan wajahnya basah karena cairan memek Ninik berjatuhan, menetes dan membentuk lendir panjang, tapi Hemi tidak berani menjilat lendir yang jatuh dibibirnya. Ia memandang liang memek wanita itu dengan heran. Memek Ninik dengan bibir tebal kehitaman, bulu kemaluan yang lebat bukan main tapi tidak menutupi liang itu. Hemi melihat memek Ninik lain dengan miliknya. Dan memek itu makin turun sehingga nyaris menyentuh hidungnya. Hemi mencium bau memek Ninik dan dirasakannya sama baunya dengan memeknya.

Hemi menjerit tertahan ketika mencapai klimak, tanpa sadar ia menarik bokong Ninik sehingga wajahnya terbenam dalam memek wanita itu, Hemi gelap mata, ia menjulurkan lidahnya dan menggumuli liang penuh lendir bening itu. Hemi bahkan menghisap lendir itu seperti kelaparan. Hemi mengemut itil Ninik yang besar dan menonjol. Tubuh Ninik kaku seperti kayu dan bergetar hebat, pinggulnya kejang-kejang merasakan orgasme yang luar biasa ketika itilnya dihisap dan dijilat Hemi.

Ninik menjerit keras dan ia menekan memeknya sehingga ia dapat merasakan hidung Hemi terselip dibelahan liang memeknya dan ia menggoyang-goyangkan pinggulnya maju mundur dan dirasakannya itilnya bergesekan dengan hidung Hemi dan gadis itu malah menambahkan kenikmatan Ninik dengan menjulurkan lidahnya sehingga setiap kali Ninik memajukan atau memundurkan pinggulnya selalu bergesekan dengan lidah serta hidung Hemi. Ninik berkelojotan hebat sekali, ia meliuk-liuk seperti menahan nyeri, matanya berputar sehingga menampakan putihnya saja dan mulutnya mengeluarkan desahan kenikmatan. “Hemii!! Aaarrgghh!!” Ninik merasakan bagian bawah perutnya nyeri dan ngilu.

Orgasme yang ternikmat yang pernah dirasakannya sejak ia meninggalkan dunia hitamnya. Hemi merasa puas karena berhasil membuat Ninik menjerit-jerit minta ampun karena kenikmatan. Hemi merasa, ternyata ia suka sekali dengan rasa dan bau memek Ninik. Ia berpikir apakah memeknya juga seenak itu. Ia merasakan hangatnya liang memek Ninik dan ia merasakan kasarnya bulu-bulu kemaluan Ninik kala menggesek diwajahnya. Hemi tersenyum lemah karena lelah. Ninik ambruk diatas tubuhnya dan Hemi membiarkan, dan gadis itu iseng membuka pantat Ninik dan memperhatikan liang anus Ninik. Hemi melihat liang dubur Ninik seperti bintang berwarna kehitaman dan sangat indah.

Hemi penasaran, ia mencium serta mengendus liang itu.. Tidak berbau apa-apa. Ninik diam saja membiarkan Hemi berbuat sesukanya. Hemi menjulurkan lidahnya dan menyentuh liang dubur Ninik dengan perlahan, kemudian ia menempelkan hidungnya lagi dan merasakan kehangatan liang itu. Dan Hemi mulai menekan-nekan lidahnya ke liang itu dan membuat Ninik menggelinjang geli.

“Aduh Hem, enak.. Terus Hem.. Jilat.. Jilat terus.. Ya.. Ya.. Aaakkhh..” Ninik merasakan lidah Hemi kaku menusuk liang duburnya.

Ninik bangkit lalu berjongkok diatas wajah Hemi dan ia mulai menurun naikkan bokongnya sehingga lidah Hemi yang kaku dirasakannya menembus sedikit kedalam liang duburnya. Ninik menggeram pelan.. Hemi merasakan perasaan aneh ketika lidahnya melesak masuk kedalam liang dubur Ninik, ia menyukai permainannya itu dan merasa senang dengan apa yang diperbuatnya. Lidahnya tidak merasakan apa-apa, yang dirasakan cuma perasaan anehnya saja. Ninik tidak ingin Hemi terus melakukan untuknya. Ia menggulingkan Hemi sehingga gadis itu terlentang, lalu kedua kakinya diangkat oleh Ninik sehingga liang dubur gadis itu mencuat keatas wajahnya. Dijilatnya liang dubur Hemi dengan rakus, lalu setelah licin oleh air liurnya dimasukkannya jarinya kedalam liang itu. Hemi menggigit bibir, ia merasa mulas tapi sekaligus nikmat.

Kemudian dilihatnya Ninik mengeluarmasukkan jarinya lalu setelah beberapa lama Ninik menjilati jari itu dengan nikmat, bahkan lidahnya terbenam jauh kedalam liang duburnya. Hemi mengeluh, belum pernah itu membayangkan apalagi merasakan perbuatan seperti itu, gadis itu mabuk kepayang dan sangat terangsang dengan perbuatan Ninik. Ia merasa seolah-olah Ninik adalah pembersihnya, Hemi memejamkan mata dan merasakan memeknya berdenyut mengeluarkan cairan. Ninik benar-benar tergila-gila dengan perbuatannya itu, ia tidak pernah menjilat liang dubur pria dan ia tak pernah ingin, tapi liang dubur Hemi begitu merangsang, begitu lembut dan begitu nikmat.

Ninik tidak mau membayangkan apa yang biasa keluar dari lubang itu, ia cuma ingin merasakan lidahnya terjepit diliang itu dan bagaimana rasanya. Ia tahu Hemi gadis yang sangat bersih, sama dengan dirinya. Ninik tidak kuatir dengan hal itu. Yang diinginkannya saat ini hanyalah membuat Hemi betul-betul puas dan dewasa. Ninik kemudian memompa liang memek Hemi dengan lidahnya dan membuat gadis itu meraung-raung serta kejang-kejang.

“Mbaakk.. Sudah mbaakk.. Ampuunn.. Ooohh!!” Hemi sudah tidak kuat lagi menanggung kenikmatan yang datangnya bertubi-tubi melanda tubuh dan perasaannya.

Ia menjambak rambut Ninik dan berusaha membuat wajah itu jauh dari memeknya. Dan akhirnya mereka berbaring lelah dilantai kamar mandi. Ninik memandang Hemi..

“Bagaimana? Sudah mau pingsan keenakan belum?” tanya Ninik.

Hemi membuka matanya dan memandang wanita itu.

“Bisa gila aku Mbak.. Aahh benar-benar bisa gila!” Desah Hemi.

Ninik tersenyum.

“Mau lagi?” “Jangan! Bisa semaput benaran aku nanti.. “
“Ya sudah tak mandikan yuk!” Kata Ninik.

Mereka bangkit dan kemudian saling memandikan.

Sejak itu Hemi mengetahui apa yang harus dilakukannya jika berahinya datang melanda. Kejadian pertama itu membuatnya tahu apa sebenarnya yang dapat membuatnya nikmat dan puas. Hemi belajar banyak dari Ninik. Dan ia memuja wanita itu.

 

Bandar Domino, Poker Online, Domino QQ, Domino Online

OBAT PEMBESAR PENIS DI INDONESIA